Dalam perkembangan terkini, setiap jurnal memiliki karakter-nya tersendiri. Salah satu yang paling sering diperhatikan oleh peneliti dalam dunia sains adalah Impact Factor (IF). Semakin tinggi IF dari sebuah jurnal, maka semakin bergengsilah jurnal tersebut. Hal itulah yang memberi inspirasi penulis untuk mengkategorikan jurnal-jurnal dalam dunia bioteknologi tanaman berdasarkan IF, sebagaimana yang terlihat pada bagian kanan halaman blog ini. Setidaknya ada 6 kategori yaitu: Highest impact journals (>15.00), Higher impact journals (8.00-15.00), High impact journals (4.00-7.99), Middle impact journals (2.00-3.99), Small impact journals (0.10-1.99), dan Jurnal Indonesia.
Namun seiring dengan pengamatan penulis terhadap betapa fluktuasinya perkembangan IF setiap jurnal yang terjadi setiap tahunnya, maka penggolongan jurnal berdasarkan IF menjadi kurang efektif. Selain itu, munculnya istilah SCIE yang kadang menjadi rancu dengan SCI menjadi pertimbangan penulis untuk mengkategorikan jurnal tidak berdasarkan IF. Sehingga dalam beberapa hari mendatang, penggolongan jurnal-jurnal biotek tanaman pada halaman kanan blog ini akan diganti dengan format baru.
